Flammable gas adalah gas yang mudah terbakar.  Flammable gas bisa berupa compressed gas atau vapor dari hydrocarbon. Hydrocarbon adalah jenis bahan bakar yang mempunyai unsur Hydrogen dan Carbon (C&H) seperti CH4/Methane, C5H12/Pentane. Sebagai contoh yang familiar adalah LPG; LPG mempunyai kandungan Propana (C3H8) dan Butana (C4H10), serta sejumlah kecil Etana (C2H6,) dan Pentana (C5H12). Flammable gas juga bisa terbentuk dari vapor dari zat yang bisa terbakar misal alkohol dan turunanya.  Flammable gas bila bercampur dengan udara (oksigen) dan dengan komposisi yang tepat akan membentuk combustible atmosphere dan akan mudah terbakar.
Resiko paling besar dari gas dan uap yang mudah terbakar (combustible gases dan vapor) adalah kemungkinan untuk terjadinya kebakaran atau ledakan. Kebakaran dan ledakan pada gas yang mudah terbakar membutuhkan tiga elemen atau yang sering disebut dengan segitiga api yaitu Fuel (Bahan yang mudah terbakar), Oxygen (O2), dan sumber pematik api (ignition source).

Fire Triangle Illustration
Fire Triangle Illustration
Setiap gas atau uap yang bisa terbakar akan terbakar hanya dalam suatu range tertentu yaitu ketepatan komposisi antara campuran fuel dan oxygen. Jika terlalu sedikit atau terlalu banyak gas tersebut tidak akan terbakar. Kondisi ini didefinisikan sebagai LEL (Lower Explosive Limit) dan UEL (Upper Explosive Limit). Setiap kandungan gas diantara kedua limit adalah kandungan dengan komposisi yang mudah terbakar.

Ilustrasi komposisi LEL dan UEL dari Pentane
Contoh Ilustrasi komposisi LEL dan UEL dari Pentane (Gasoline)
Diantara kedua limit (LEL dan UEL) ledakan atau kebakaran bisa terjadi dalam suatu kondisi. Dimana energi pembakaran maksimum berada pada titik tengah skala. Sebagian orang juga menyebut batas ini sebagai LFL (Lower Flammable Limit) dan UFL (Upper Flammable Limit). Pada gas detector, pada umumnya pembacaan untuk combustible gases adalah dalam %LEL. Kecuali untuk keperluan spesifik misal Methane (CH4) yang sering muncul dalam proses penambangan, display gas detector adalah dalam %volume dan rata2 mempunyai range dari 0%volume – 5%volume.

Mungkin ada yang belum paham hubungan antara 0 – 100%LEL dengan nilai LEL dari suatu jenis gas itu sendiri. Misalkan untuk pentane, nilai LEL-nya sebesar 1,4%volume; maka 0 – 100%LEL = 0-1,4%volume pentane. Sedangkan untuk EUL adalah batas dimana volume gas tersebut akan sulit terbakar karena volumenya terlalu banyak. Diantara LEL dan UEL ada Explosive mixture yaitu jumlah volume combustible gases yang sangat mudah untuk terbakar atau meledak bila kondisi-kondisi segitiga api terpenuhi. Untuk pentane range explosive mixture adalah antara 1,4 – 7,8%volume.

Sebagai contoh yang lain adalah acetylene, range explosive mixture-nya sangat luas dan nilai UEL-nya adalah 100%volume. Bisa anda bayangkan bila pentane (gasoline) range explosive mixturenya adalah 1,4 – 7,8% volume dan sangat mudah terbakar, apalagi acetylene dengan range explosive mixture dari 2,5 – 100%volume, an extremely wide range and VERY DANGEROUS!!

Sangat penting untuk dicatat bahwa setiap gas mempunyai tingkat kandungan LEL dan UEL yang berbeda, seperti yang terlihat pada table dibawah. Konsentrasi gas ditampilkan dalam persen dari total volume dengan penyeimbang udara normal.

Berikut adalah table dari komposisi beberapa flammable gas, vapor yang sering ditemui:

Tabel LEL dan UEL dari beberapa flammable gases
Tabel dari beberapa flammable gas
Semoga bermanfaat, jangan lupa komentarnya..
Herlambang Aribowo