Temperature Sensor (Sensor Suhu)

On November 28, 2012, in Analog, by Herlambang

Sensor merupakan piranti yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur magnitude sesuatu. Sensor merupakan tranduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor dikategorikan sebagai pengukur dan mempunyai peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi otomatis. Sensor memberikan ekuivalen mata, pendengaran, hidung, lidah untuk mendeteksi keberadaan sesuatu yang memberikan sinyal pada pengolah data. Ada empat jenis utama dari sensor suhu yaitu: termocouple, detektor suhu tahanan (Resistance Temperature Detector/ RTD), termistor dan sensor IC. Perbedaan dari masing-masing jenis sensor ditunjukan oleh gambar berikut.

Perbandingan jenis-jenis sensor suhu

Perbandingan jenis-jenis sensor suhu

Termocouple merupakan sensor suhu yang terdiri atas sepasang penghantar yang berbeda disambung las atau dileburkan bersama pada satu sisi membentuk penghantar ”hot” atau sambungan pengukuran yang ada ujung ujung bebasnya untuk menghubungkan dengan penghantar ”cold” atau sambungan referensi. Perbedaan suhu antara sambungan pengukuran dan sambungan referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai termokopel. Apabila hal ini terjadi, maka perlu dibangkitkan tegangan dc yang kecil. Sambungan referensi dikehendaki untuk pengukuran suhu dengan termokopel. Tegangan output termokopel hampir berbanding lurus dengan perbedaan suhu antara sambungan pengukuran (hot) dan sambungan referensi (cold). Perbandingan yang konstan dinamakan Koefisien Seeback dan berkisar antara 5 sampai 50 V per derajat celcius.

Contoh ilustrasi thermocouple

Ilustrasi skema thermocouple

Suhu tahanan atau RTD merupakan sensor suhu yang didasarkan pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan suhu ini adalah presisi dan dapat diulangi sehingga memungkinkan pengukuran suhu yang konsisten melalui pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang paling sering diguanakan karena keunggulanya berkaitan dengan tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksilitas.

Resistance Temperature Detector

Ilustrasi skema RTD

Termistor merupakan resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Jika suhu meningkat maka tahanan akan menurun dan sebaliknya. Termistor sangat peka terhadap perubahan suhu. Perubahan tahananya sebesar 5% per ºC. Oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil dalam suhu. Wilayah sensor yang kecil dan berat jenis yang rendah memungkinkan pengukuran dengan waktu yang cepat.

Gambar fisik thermistor

Contoh bentuk fisik thermistor

Sensor IC merupakan sensor suhu rangkaian terpadu menggunakan Chip silikon untuk elemen yang merasakan panas. Sensor suhu IC mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus. Sensor suhu dalam bentuk IC bekerja dalam rentang suhu dibawah 200°C, tetapi menghasilkan output yang sangat linear (Petruzella, 1996).

IC temperature sensor

Contoh bentuk fisik IC sensor suhu

Tagged with:  

One Response to Temperature Sensor (Sensor Suhu)

  1. Latesha says:

    The time is nigh! They are forcing us to wake up and stand up to their perversion of the law. Shame on them for their abuse of power and thank you for forcing all the sleeping giants to become involved. We are experiencing “change” all right…all sorts of horrible and irreversible negative “bad” changes dressed up as &#2pi0;2os2tive≵ changes to lure the uneducated and non-driven wanna be socialists here in the greatest country. A revolt is at hand and it’s stories like this that welcome it!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons