H-bridge atau yang sering juga disebut dengan “full bridge” adalah rangkaian elektronika untuk pengendali motor DC dengan konfigurasi 4 komponen saklar. Ilustrasi dari H-bridge bisa dilihat pada gambar berikut.



ok gan, ane simak dulu :bingung:

Seperti yang bisa dilihat pada gambar diatas, komponen huruf H adalah ilustrasi dari 2 saklar disisi kiri dan 2 saklar disisi kanan sedangkan garis horisontal adalah ilustrasi dari motor yang terpasang ditengah. Dari ilustrasi gambar diatas bisa dilihat bahwa ada 4 buah komponen saklar; komponen saklar juga sering disebut dengan istilah high side left (sisi kiri atas), high side right (sisi kanan atas), low side left (sisi kiri bawah, dan yang terakhir adalah low side left (sisi kanan bawah).
Saklar – saklar tersebut diaktifkan secara berpasangan seperti antara high left (sisi kananan atas) dan lower right (sisi kanan bawah) atau lower left (sisi kiri bawah) dan high right (sisi kanan atas). Yang perlu diingat bahwa saklar yang berada pada posisi yang sama (kanan/kiri) tidak boleh aktif secara bersamaan karena bila kedua saklar pada posisi yang sama aktif secara bersamaan maka yang terjadi adalah short circuit antara terminal plus (+) dan terminal (-) minus. Fenomena ini disebut dengan istilah shoot trough dalam literatur SMPS (Switch Mode Power Supply). Bila terjadi short circuit antara dua saklar (pada posisi yang sama) akan terjadi 2 kemungkinan, bila rating saklar lebih besar dari catu daya maka catu daya terbebani lebih dan bisa mengakibatkan kerusakan dan kemungkinan kedua bila rating saklar lebih rendah dari suplai catudaya maka komponen saklar akan terbakar.
Untuk menjalankan motor, bisa dilakukan dengan cara mengaktifkan dua saklar yang secara diagonal saling bersebrangan misal antara high side (sisi kanan atas) dengan low side (sisi kiri bawah). Ilustrasi dapat dilihat pada gambar berikut.




Kedua saklar aktif dan motor akan mulai berputar pada arah positif (konfigurasi pertama). Bila konfigurasi saklar yang aktif dibalik, motor akan berputar ke arah negatif (berlawanan dengan konfigurasi pertama). Untuk penggunaan komponen sebagai saklar bisa dengan menggunakan apa saja yang bisa menghantarkan arus listrik :) misalnya DPDT switch, SPST switches, relay, transistor, atau dengan MOSFET (yang paling popular).
Satu lagi yang harus dibahas teori.. yaitu “quadrant”. Jika setiap komponen saklar bisa dikontrol secara individu dan terpisah, akan didapatkan 16 kombinasi. Tetapi dari kombinasi – kombinasi tersebut hanya 4 yang bisa digunakan karena konfigurasi lainnya tidak akan bekerja dengan baik dan termasuk juga bisa mengakibatkan keluarnya asap pada rangkaian :D. Karena hal tersebut H-bridge sering juga disebut dengan “four quadrant device” (4QD). Berikut adalah tabel dari 4 quadrant tersebut.



2 quadrant terakhir adalah kombinasi saklar yang akan mengakibatkan short circuit pada motor (bukan pada power supply) dalam kondisi ini antara terminal plus (+) dan minus (-) motor akan terjadi short circuit sedangkan motor masih berputar dan menghasilkan efek generator (motor menghasilkan arus listrik) dan karena antara terminal plus dan minus motor short, arus listrik akan memberikan perlawanan magnet terhadap putaran motor itu sendiri dan mengakibatkan motor berhenti secara lebih cepat yang sering disebut dengan istilah “braking”. Dan satu lagi konfigurasi diluar 4 quadrant yang juga berguna.. yaitu waktu semua komponen saklar dalam kondisi mati, off, tidak hidup, tidak aktif atau mokat :shutup: wkwkwkw :ngacir: motor akan berhenti dan istirahat (ngopi2 dulu) :D

Regards,

Herlambang Aribowo