Sensor PIR (Passive Infra Red)

On March 14, 2014, in Elektronika, by Herlambang

Sensor PIR (Passive Infra Red) di sebut juga dengan Motion Sensor, Pressense Detector. Jenis sensor ini sudah umum digunakan dan sudah dikenal luas. Seperti halnya peralatan Elektronik yang lainnya, harganya tergantung dari negara pembuatnya, kwalitas dan juga Merk. Sesuai dengan namanya, Passive Infra Red, sensor ini bersifat pasif atau hanya menerima. Sensor ini menerima sinyal infrared yang di pancarkan suatu objek (dalam hal ini tubuh manusia) yang di bandingkan dengan suhu ruangan. Oleh karena itu sensor ini lebih banyak digunakan di dalam ruangan karena bila diluar ruangan (outdoor) perubahan suhu yang terjadi tidak hanya dari panas tubuh manusia, bisa juga dari cuaca. Namun saat ini sudah banyak produk dari sensor ini yang aplikasinya bisa di gunakan di luar ruangan, biasanya setelanya berbeda dari yang indoor type, selain mendeteksi perubahan suhu ruang karena panas tubuh, sensor ini juga mendeteksi gerakannya. Sensor ini jangkauan deteksinya dapat dilihat pada gambar berikut.

 

Kemampuan deteksi PIR

Kemampuan deteksi PIR

Aplikasi sensor ini banyak di gunakan untuk Security System, Lighting Control System dan Pintu Otomatis. Secara umum penggunaan PIR untuk aplikasi tadi hampir sama. Namun sensor PIR untuk keperluan security system dibutuhkan sensor yang lebih akurasi dalam mendeteksi. Untuk keperluan security system sensor ini di gunakan untuk mendeteksi adanya gerakan manusia di suatu ruangan atau area, sehingga sensor akan menghidupkan alarm sistem bila PIR mendeteksi kehadiran seseorang di ruangan tersebut. Perlu tidaknya ruangan yang ingin di monitor oleh PIR harus benar-benar di perhitungkan, kalau tidak selain tidak efektif juga bisa tejadi false alarm. PIR untuk keperluan security membutuhkan power supply 12/24 VDC, lalu kontak yang di koneksi ke Control Panel bisa Normally Close (NC) atau Normally Open (NO). Juga ada koneksi Tamper tujuannya bila PIR ini di buka maka Alarm juga akan mendeteksinya.

Bila sensor ini digunakan untuk Lighting control, ketika seseorang berada di sebuah ruangan sensor akan mendeteksi kehadiran manusia dan kemudian menghidupkan lampu, dan ketika tidak ada orang yang dideteksi lampu akan mati dengan sendirinya. Cocok di gunakan di koridor, tangga, gudang, garasi area kerja dan lain2. Masalah penempatan sensor juga harus diperhitungkan, jangan sampai ketika orang sudah ada di dalam ruangan tapi belum terdeteksi sehingga lampu tidak juga menyala. PIR untuk aplikasi Lighting Control tidak memerlukan power supply karena sensor ini langsung di koneksi langsung ke installasi listrik 220VAC. Aplikasi untuk pintu otomatis adalah yang paling banyak di gunakan. Saat ini hampir semua Mall atau gedung di Jakarta dan kota-kota lainnya menggunakan pintu otomatis. Pintu ini akan terbuka secara otomatis bila ada orang yang berdiri di depan pintu. Sensor ini merupakan satu paket dari sistem pintu otomatis, letak sensornya biasanya tersembunyi. (Yan, 2007)

Tagged with:  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons