Sejarah penemuan minuman Coca-Cola

Coca-Cola adalah suatu produk minuman ringan (soft drink) yang berupa sirup karamel yang ditambah dengan air berkarbonisasi. Dan pada tanggal 8 Mei 1886 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat untuk pertama kalinya minuman Coca-Cola ditemukan, yaitu ketika seorang ahli farmasi bernama Dr. John Styth Pamberton meneguk minuman segar Coca-Cola.

Dr. John Styth Pamberton penemu Cola-Cola yang mempunyai ramuan khusus untuk memproses minuman ini meninggal pada tahun 1888. Dr. John Styth Pamberton mewariskan temuannya kepada Asa Candler. Dan pada tahun 1892 Candler mendirikan perusahaan dengan nama The Coca-Cola Company di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat dan pada tahun itu tercatat penjualan Coca-Cola baru mencapai 13 gelas per hari.

Hingga saat ini perusahaan di Amerika Serikat tersebut menjadi kantor pusat Coca-Cola di dunia.
Untuk penulisan Coca-Cola sangat khas yaitu dengan cetak miring mengalir. Penulisan ini pertama kali ditemukan oleh Frank M. Robinson, seorang akuntan yang menjadi rekanan kerja Dr. Pamberton. Frank M. Robinson berpikir bahwa dua huruf C akan terlihat bagus dalam iklan dan terbukti bahwa sampai sekarang penulisan Coca-Cola menjadi salah satu penulisan terbaik di dunia.
Coca-Cola-Pemberson
Perkembangan Coca-Cola

Ramuan Coca-Cola yang diberikan kepada Asa Candler pada tahun 1892 yang kemudian mendirikan perusahaan The Coca-Cola Company dan ternyata Asa Candler benar-benar seorang manager yang ulung. Hanya 3 tahun setelah ia menerima dan menjalankan bisnis Coca-Cola dia membuktikan bahwa Coca-Cola sekarang telah menjadi minuman favorit di setiap Negara bagian Amerika Serikat.
Kenaikan penjualan Coca-Cola yang begitu pesat sangat didukung dengan sistem promosi yang terencana dan menggebu, disamping itu rasa khas Coca-Cola mendapatkan tempat sendiri di hati masyarakat. Sistem Promosi yang kuat yang dibangun Asa Candler ditopang dengan pembagian souvenir yang semuanya dilengkapi dengan label Coca-Cola. Pada masa keemasan penjualan Coca-Cola, dijual ditempat guci besar yang dipasarkan di dekat perkantoran, pusat pasar ataupun restauran-rastauran terkenal saat itu.

Kemasan Coca-Cola

Produk minuman Coca-Cola yang awalnya dikemas dalam guci besar, kemudian atas ide dari pengusaha permen dari Missisipi bernama Joseph A. Biedenharn, minuman Coca-Cola dikemas dalam botol denan menggunakan sirup yang dikirim dari Atlanta.

Sistem pembotolan tersebut menggantikan sistem ’fountain’, yaitu sistem dengan menggunakan mesin kran. Setelah lima tahun masa uji coba dengan sistem pembotolan, maka proses yang demikian dipertahankan sampai sekarang. Asa Candler sebagai pemilik The Coca-Cola Company telah memberikan hak pembotolan eksklusif kepada Joseph B. Whitehead dan Benjamin F. Thomas dari Chattnooga, Tenesse. Mereka berdua dengan dibantu Jhon T. Lupten mendirikan pabrik pembotolan pertama di dunia. Akhirnya minuman Coca-Cola diproduksi dengan suatu sistem kerja sama yang saling menguntungkan antara The Coca-Cola Company dengan pabrik pembotolan. Sedangkan untuk concentrate dari The Coca-Cola Company dibeli oleh pabrik pembotolan juga. Concentrate tersebut diolah dengan air steril, gula murni dan gas CO2 lalu dikemas dalam botol.

coca cola bottling

Coca-Cola export keluar benua Amerika

Pada tahun 1919 The Coca-Cola Company dijual kepada kelompok investor dengan harga 25 juta dolar. Seoarang banker Atlanta bernama Robert W. Woodurf terpilih sebagai presiden direktur The Coca-Cola Company. Dia mempunyai gagasan agar minuman Caca-Cola tidak saja dirasakan oleh bangsa Amerika saja, tetapi seluruh bangsa di dunia, dan cita-cita menjadi kenyataan dengan didirikannya perusahaan The Coca-Cola Export Corporation yang dikhususkan menjual Coca-Cola ke luar negri.

Keberhasilan pemasaran Coca-Cola membuat minuman botol soda lain banyak yang meniru Coca-Cola. Hal ini menyebabkan konsumen menjadi kesulitan untuk mengenali produk Coca-Cola. Sehingga dibuatlah botol Coca-Cola khusus dengan bentuk botol yang dikenal sampai sekarang. Deain botol ini dibuat oleh The Root Glass Company pada tahun 1915.

Sejarah Coca-Cola di Indonesia

Coca-Cola mulai diperdagangkan di Indonesia pada tahun 1932. Coca-Cola diperdagangkan di Indonesia di bawah naungan perusahaan De Netherlands Indische Mineral Water Fabrik Jakarta yang dimanajemeni oleh Bernie Vonings dari Belanda. Setelah beberapa pemegang saham dikuasai orang Indonesia, perusahaan berganti nama menjadi Indonesia Beverages Limited (IBL). Thun 1971 IBL menjalin kerja sama dengan perusahaan jepang, yaitu Mitsui Toatsu Chemical Inc., Mitsui & CO. Ltd serta Mikuni Coca-Cola Botling Co. Dengan jalinan kerja sama ini akhirnya IBL berubah menjadi PT. Djaya Beverages Bottling company (PT. DBBC).

Tahun 1993, PT. Djaya Beverages Bottling company (PT. DBBC) diambil alih Coca-Cola Amatil Limited (CCA), sebuah perusahaan internasional yang berada di Sidney, Australia (merupakan pabrik pembotolan terbesar di dunia). Dan pada saat itu PT. DBBC diubah namanya menjadi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Nama tersebut tidak bertahan lama, pada tahun 2002 tanggal 12 Juni, berganti nama menjadi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (PT. CCBI) sebagai pabrik pembotolan dan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia sebagai distributor. Sampai Saat ini terdapat 11 pabrik pembotolan yang merupakan unit dari PT. Coca-Cola Botling Indonesia, yaitu :

1. PT. Bangun Wenang Beverages Co.- Medan
2. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Co.- Ujung Pandang
3. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Medan
4. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Padang
5. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Bandar Lampung
6. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Bandung
7. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Jakarta
8. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Semarang
9. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Surabaya
10. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Bali
11. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia – Unit Banjarmasin