Minuman bercarbonasi merupakan minuman yang memakai tambahan gas CO2 sebagai bahan penyegar dan pengawetnya. Untuk itu pada minuman tersebut harus benar-benar diperhatikan pendeteksian keadaan botolnya, karena ketika ada botol yang rusak sedikit maka gas tersebut bisa hilang pengaruhnya. Selain itu keadaan botol juga sangat mempengaruhi hasil produksi secara keseluruhan.

Ada beberapa proses untuk mendapatkan minuman yang berkualitas. Proses tersebut secara garis besar diperlihatkan seperti pada Gambar 1. Proses-proses tersebut pertama melalui tahap depalletizer, case positioning depalletizer (CPD), unpacker, washer, detektor EBI, filler, full inspection / checkmate, packer, case positioning palletizer (CPP) serta palletizer. Baru setelah melalui tahap-tahap tersebut minuman dalam krat dapat didistribusikan.

karbonasi_minuman

Selain proses diatas sebenarnya pengemasan minuman dalam botol / bavarage telah melalui proses lain yang juga sangat penting. Proses itu adalah inspeksi botol secara manual atau oleh inpector (manusia). Peroses inspeksi ini dilakukan baik sebelum atau setelah keluar dari washer. Kemudian ada juga proses crown machine atau proses penutupan botol. Proses ini sebenarnya masuk dalam satu proses dengan filler machine.

Pada crown machine ini bagiannya terdiri dari crown hooper (penampung crown), crown chute (jalur crown) dan crowning head (pengepresan crown). Selain itu ada juga proses date coder atau pemberian kode pada botol. Pengkodean pada botol ini terdiri dari tanggal kadaluarsa, jam produksi, kode wilayah produsen serta line yang yang dioperasikan untuk memproduksi minuman tersebut.

Untuk minuman berkarbonasi ini jangka waktu kadaluarsa selama 365 hari. Pada date coder ini terdiri dari dua macam alat deteksi, yaitu sensor yang berfungsi untuk mendeteksi ada atau tidaknya botol di depan print head, serta encoder yang berfungsi untuk mengetahui apakah konveyor berjalan atau tidak.

processGambar 1 : Alur proses Poduksi minuman berkarbonisasi

Sebagaimana Gambar 1, alur proses produksi pembuatan minuman berkarbonasi secara detailnya adalah sebagai berikut :

1. Depalletizer
Kondisi awal botol kotor dalam satuan pallet (54 krat) akan masuk ke dalam mesin depalletizer. Di sini botol dalam satu pallet dipisahkan tiap kratnya.

2. Case Positioning Depalletizer (CPD)
Setelah dipisahkan tiap krat, posisi dari krat yang masih belum seragam dibuat sama oleh mesin CPD supaya krat bisa masuk mesin unpacker.

3. Unpacker
Di mesin unpacker, botol kotor dipisahkan dari kratnya. Mesin ini mempunyai kapasitas untuk 4 krat pada tiap prosesnya. Botol dibawa konveyor botol menuju bottle washer sedangkan krat / case dibawa konveyor untuk krat menuju case washer.

4. Washer Machine
o Case washer
Di mesin krat / case tempat botol dicuci dengan proses penyemprotan. Setelah dicuci untuk krat ini langsung dibawa konveyor menuju mesin packer.
o Bottle washer
Sebelum masuk mesin washer, botol terlebih dahulu diinspeksi oleh para inspector di area pre inspection. Pada proses washer ini, botol direndam dan disemprot disertai dengan caustic. Untuk pembilasannya menggunakan air lunak yang disertai klorin sehingga botol akan bersih.

5. Detektor EBI
Setelah masuk washer, botol akan segera dideteksi tingkat kecacatannya oleh nesin EBI. Tetapi sebelum masuk EBI sudah terlebih dahulu oleh para inspector di post inspection. Di dalam EBI botol dideteksi di dua area, yaitu electrical area dan elektronical area.

6. Filler Machine
Pada tahap ini botol yang lolos dari mesin EBI akan diisi minuman yang sebelumnya telah mengalami proses mixer atau pencampuran bahan baku dan bahan tambahan. Dalam sistem filler ini juga botol ditutup oleh machine crown.

7. Date coder
Setelah botol selesai diisi segera diberi kode produksi menggunakan date coder.

8. check mate
Setelah botol sempurna dikemas disertai juga kode produksi, maka botol siap diinspeksi tahap akhir. Disini botol diperiksa kondisinya apakah terdapat kecacatan atau tidak serta apakah dalam pengisiannya melebihi level pengisian atau tidak.

9. Packer
Pada proses ini botol siap kembali dikemas dalam krat / casenya. Botol yang sampai pada proses ini merupakan botol yang sudah siap didistribusikan.

10. Case Positioning Palletizer (CPP)
Setelah botol selesai dalam kemasan krat / case, maka untuk membaginya dalam satuan pallet, diperlukan mesin CPP. Pada mesin ini botol diatur posisinya sehingga dalam satu pallet bisa memuat 54 krat dalam 6 tumpukan.

11. Palletizer
Pada proses ini krat diletakkan dalam palletnya setelah posisinya diatur oleh mesin CPP. Kemudian pallet-pallet tersebut dibawa ke gudang sebelum didistribusikan dengan menggunakan forklift.